April Project - Sebuah Antologi Cerpen Blogger Indonesia - 2005

 

 

FIK

(halaman 1 dari 1)

 

Bintang Karunia Akbar, menuliskan cerita yang paling pendek diantara semua cerita di sini. Cukup unik untuk dinikmati, dan direnungkan.

Siapa kamu?

Fik. Begitu orang yang mengenalku memanggilku. Simpel bukan? Sama seperti jalan hidupku yang kubuat sesederhana mungkin.

"Jangan turuti birahi yang menggodamu untuk berpikir bak seorang filosof!", itu yang selalu kubilang pada teman-temanku yang terlihat tolol karena menderita akibat masalah sepele. Tidak laki-laki, tidak perempuan, mereka datang padaku, melenguh, mengeluh.

Dia suka ama aku nggak ya?

Dasar pelacur, nggak tau diuntung! Udah disayang, malah selingkuh!

Mantanku ngajak balik nih, padahal aku sekarang kan udah pacaran lagi!

SAMPAH!

Kalau ingin tahu dia suka apa tidak, ya tanya.

Kalau dikhianati, balas selingkuhlah, tamparlah. Banyak cara untuk menyakiti, Bung.

Kalau merasa masih suka, balik. Kalau tidak, tolak.

MUAK!

Mereka datang padaku hanya untuk mendengar serentetan kata-kata terlogis dan tersederhana. Orang-orang bodoh yang memaksa berpikir dengan otak mereka yang sayangnya juga bodoh. Mungkin hanya untuk satu alasan, biar tak mubazir.

Siapa kamu?

Fik. Begitu kekasihku, Ben, memanggilku. Ben ksatriaku, yang menenggelamkanku dalam samudera sayangnya. Ben pemujaku, yang melepuhkanku dengan bara pujiannya. Ben yang kucinta. Hubunganku dengannya memasuki tahun ketiga bulan depan. Mesra, langgeng, panas.

IDEAL.

Mungkin karena itu, orang-orang datang kepadaku untuk mengkonsultasikan asmara mereka. Aku sih tidak merasa terganggu. Dan tampaknya, kian hari kian banyak yang datang padaku. Mungkin sudah seharusnya aku menulis sebuah kolom tentang cinta di majalah. COSMOPOLITAN boleh juga..

Siapa kamu?

Fik. Begitu juga sundal itu memanggilku. Cinta, menafikan doa orang tuanya, karena dia buat semua orang memebencinya. Sebenarnya dulu, dia sahabatku. Tapi, suatu ketika, dia berusaha menciumku. Ternyata dia seorang lesbian. Langsung kutampar mukanya, kutendang dadanya.

 ke atas

JIJIK.

Esoknya, kutampar hidupnya, kutendang namanya. Pantas untuk orang yang berusaha menjerumuskan sahabatnya ke dunia nista. Balasan wajar untuk kotoran dunia seperti dia. Dia sekarang? Tak tahu dan tak mau tahu. Tersudut di kakus yang memuakkan sebuah rumah sakit jiwa sambil meneriakkan namaku? Sepertinya pernah dengar dari seseorang.

Eh, ngomong-ngomong, siapa kamu? Ingin konsultasi juga?

Iya. Sebenarnya aku sudah tidak tahan dengan kekasihku sekarang. Tapi aku tidak bisa lepas darinya. Tolong aku.

BINGUNG.

Dia selalu memerasku, menyakitiku, memperkosaku. Tapi dia begitu pandai mencintaiku di depan khalayak. Pintar menyembunyikan borok dan bau busuk hubungan ini. Yah, dia beruntung menemukan aku. Cantik, kaya, terpandang, taat. Lesbian yang membohongi dirinya dan dunia. Lesbian yang melukai dirinya dengan melukai cinta sejatinya. Lesbian yang pintar berakting, menyihir orang agar cinta. Lesbian yang sebenarnya menderita, menyumpahi nasibnya yang lara. Lesbian yang tidak bisa hidup jujur, menyambung nafas dengan puji puja orang yang tak tahu apa-apa.

Aku terpuruk, remuk. Tolong aku...

Siapa kamu sebenarnya? Siapa kamu?!?

Maaf, aku lupa perkenalkan diri. Aku Kamu.

PEMBOHONG!

Aku Kamu, Fik...

Bangsat! Pergiii!!!! Jangan ganggu aku!!! Pergiiiii!!!

Terdengar gegap langkah tergesa dari dapur. Terdengar berondongan gedoran pintu kamar. Terdengar teriak cemas Bunda dari sana.

"Fik...Kamu nggak papa kan? Fik...Munafik..."

 
Untuk menjadi perhatian,
semua tulisan di sini adalah karya dan hak cipta penulis masing-masing. Dilarang menerbitkan kembali tulisan cerpen (dalam bentuk apapun), tanpa sepengetahuan dan seizin penulis yang bersangkutan.
Copyright ©2007 Designed by cinila.com  - contact