April Project - Sebuah Antologi Cerpen Blogger Indonesia - 2005

 

 

Kehidupan yang Lain

(halaman 1 dari 3)

 

Karima Baadilla, salah satu blogger Indonesia yang tinggal di Melbourne, Australia, menulis cerpen tentang kehidupan mahasiswa di sana.

Erin menatap layar kaca komputer di depannya. Layar itu sudah sedikit buram, terlihat banyak bercak-bercak yang disebabkan oleh jari telunjuk dan jempol  yang ditempelkan ke layar itu  saat ia ingin menunjukkan sesuatu entah ke rekan kerjanya atau bosnya. Jam sebelas kurang sepuluh, masih enam jam lagi sebelum dia bebas merdeka dari komputer busuk ini.

Hari ini hari Jumat, biasanya di hari ini Erin sering membuat janji dengan teman teman Indonesianya, Ari, Avi dan Rini, tapi hari ini terlalu buram dan kelabu sehingga dia pun mengurungkan niatnya. "Enakan tinggal dirumah, pinjem DVD sama beli take away food !" pikirnya. Erin melirik atasannya Anna disebelahnya, kelihatannya dia sedang sibuk dengan kalkulasi budgetnya, sedangkan ia terperangkap dengan setumpuk tagihan dari kantor cabang yang harus ia masukkan ke komputer system, membosankan! 

Kadang Erin berpikir buat apakah orangtuanya dulu mengirim dia jauh jauh ke sini untuk belajar, bersusah-susah membaca setumpuk text book di kuliah, kalau akhirnya dia hanya memasukkan data kedalam komputer? Semua orang harus mulai dari bawah pikirnya, kecuali mungkin Abi dan Elena, mmm..dan mungkin Mev?

Erin memang selalu menyiksa dirinya dengan membanding-bandingkan dirinya dengan orang-orang di sekitarnya. Abi sekarang bekerja di perusahaan advertising sebagai salah satu executive marketing consultant. Setiap ia bertemu dengan Erin , dia nampaknya harus kembali menegaskan kepada Erin betapa penting jabatannya di perusahaan itu, betapa menariknya pekerjaannya, betapa ia tidak pernah merasa bosan dan jenuh karena posisinya di perusahaan itu nan penting dan exciting. Abi juga tidak pernah lupa untuk menanyakan dimana dan apakah Erin masih bekerja, walaupun setiap kali mereka bertemu Abi selalu menanyakan hal yang sama. Tidak terlintaskah di benak Abi, bahwa untuk hidup di negeri orang seperti layaknya Erin dan Abi, ia pun harus bekerja, atau mungkin kah masih ada pikiran bahwa orang Indonesia selalu orang kaya?

 ke atas

Masih teringat di kepala Erin, pada waktu ada acara makan makan di rumah Diane yang juga calon kakak ipar Abi ketika Mev menanyakan dengan santai kepada Erin apakah ia bekerja sekarang, atau hanya menganggur, bayangkan hanya menganggur? Yang ada di kepala Erin saat itu hanyalah kata kata "dasar laki laki sexist, dan racist kalau aku bukan perempuan dan bukan orang asia dari Indonesia apakah kau berani menanyakan hal yang sama kepadaku", tapi yang keluar dari mulutnya saat itu hanya kata kata yang menjelaskan bahwa benar dia memang bekerja.

Kelemahan terbesar Erin adalah ia tidak bisa berpikir cepat pada saat ia marah, dan pada saat itu  ia begitu merasa sebal dan terhina sampai-sampai ia tak bisa berpikir. Ketika mengingat saat itu, tak terpikir olehnya untuk menaggapi pertanyaan itu dengan sinis, misalnya "iya saya memang hanya menganggur saja, buat apa bekerja toh saya kaya!" atau " iya saya memang tidak bekerja, toh saya lebih senang menganggur dan menghabiskan uang tunjangan dari negara!" Sambil menggertakkan gigi Erin menegakkan diri di kursi duduknya.

"Fokus Erin fokus" perintahnya pada dirinya, dan ia pun kembali mencoba memusatkan perhatiannya kepada tumpukan tagihan di depannya.

 Ambil tagihan, stempel tagihan, masukkan data ke komputer, di paraf dan masukkan kode referensi, begitulah berulang kali, begitu monoton dan membosankan seperti robot saja Erin bekerja, sampai akhirnya pikiran Erin melayang kembali dengan bayang-bayang kehidupan Abi, Mev, Elena dan Diana dan beberapa teman lainnya yang nampaknya begitu sempurna. “Bagaimana ya rasanya menjadi Abi?” pikir Erin.

 
1 2 3
Untuk menjadi perhatian,
semua tulisan di sini adalah karya dan hak cipta penulis masing-masing. Dilarang menerbitkan kembali tulisan cerpen (dalam bentuk apapun), tanpa sepengetahuan dan seizin penulis yang bersangkutan.
Copyright ©2007 Designed by cinila.com  - contact