April Project - Sebuah Antologi Cerpen Blogger Indonesia - 2005

 

 

Penjual Ikan Asin dan Ceritanya

(halaman 2 dari 3)

 

“Yah.. aku..”

“Si Togar anak Fisika 1 mau ngambil Fakultas Kedokteran lho kabarnya. Tadi aku dengar di kantin,” katanya lagi, memotong susunan kalimat yang sekarang sedang bergelantungan di ujung lidahku.

“O yah? baguslah.. Kalau aku..”

Lho kamu kenapa? Kok gak semangat gitu Hot? Kayaknya kamu cocok deh di MIPA. Kan kamu suka banget Biologi? Ambil pertanian saja? Kali-kali entar bisa jadi dosen? Wahh… pegawai negeri! Kerennyaa..” lagi-lagi dia mengkebiri kalimatku. Wulan ini kadang-kadang memang suka kelebihan bicara. Cocok sekali dia jadi pengacara atau paling tidak pedagang kain batik di pasar Simpang.

“Yah nantilah itu, aku mau pikir-pikir dulu Lan,”

Kuliah.. jadi mahasiswa.. Universitas Sumatera Utara.. kuliah.. mahasiswa.. mahasiswa.. Selalu terngiang-ngiang di telingaku untaian kata-kata itu. Lil.. bagaimana ini?

Sekarang memang sudah tahun 1985, sudah era modernisasi kata orang-orang. Sudah lazim untuk perempuan bersekolah dan mengecap pendidikan tinggi. Tidaklah heran kalau perempuan bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dulu terlarang untuknya. Sudah banyak guru perempuan, sudah ada dosen perempuan, sudah banyak pegawai bank yang perempuan, dokter perempuan, insinyur perempuan pun ada. Sudah maju! Emansipasi, itu istilah kerennya.

 ke atas

Tapi Lil semua perempuan-perempuan itu tentu punya alasan kuat dalam menekuni bidangnya, dalam menempuhi tapak-tapak kehidupannya. Bukan sekedar ingin keren dengan statusnya, bukan sekedar teriming-iming pendapatan besar, bukan sekedar rasa cemburu terhadap kaum laki-laki, bukan sekedar mengikuti keinginan orang tua mereka..

“Hotma, tidurlah lagi Nak. Sudah jam sebelas ini. Masih saja kau belajar, nanti terlalu capek pula kau kena sakit kuning.” tiba-tiba suara mamak di belakangku. Ups, kamu aku tutup dulu ya?

“Iya Mak, sedikit lagi ini. Mamak kalau ngantuk tidur saja dulu ya..” sahutku pelan, menoleh sebentar ke arahnya.

“Ya sudah, jangan lupa matikan lampunya ya Hot. Listrik makin mahal saja sekarang, hoaahmm..” Pesan sponsor yang sama seperti malam-malam kemarin. Mamak.. mamak.. uang memang sungguh berharga di saat-saat sulit seperti ini ya?

Lila,

Aku mau tidur dulu ya.. biar aku bisa bangun jam tiga nanti untuk sholat tahajud. Yah.. semoga ada petunjuk dari yang Di Atas. Terus terang aku masih bingung.

 
1 2 3
Untuk menjadi perhatian,
semua tulisan di sini adalah karya dan hak cipta penulis masing-masing. Dilarang menerbitkan kembali tulisan cerpen (dalam bentuk apapun), tanpa sepengetahuan dan seizin penulis yang bersangkutan.
Copyright ©2007 Designed by cinila.com  - contact